Memang ada tangga untuk mendatangi rumah Tuhan. Akan tetapi tangga itu kita sendiri yang membuatnya, yakni ketika dihati aib dan cacat masih bersitegar dan kita belum mampu membersihkannya sama sekali. Sebetulnya Rumah Allah selalu terbuka. Ia menunggu kita dengan setia. Bahkan ia datang mencari kita, mencintai kita. Pada angin yang bertiup mengawinkan serbuk jantan dan [...]
Filed under: Uncategorized | Ditandai: tasawuf | Tinggalkan sebuah Komentar »


